Minggu, 25 November 2012

Analisa Usaha Ternak Kambing


I.                   Analisa Usaha






1.
Pengeluaran:












a
Bibit






Pejantan
1 ekor
 Rp        1,400,000
 Rp 1,400,000



Betina
6 ekor
 Rp        1,000,000
 Rp 6,000,000







 Rp    7,400,000








b
Makanan tambahan


 Rp    1,400,000








c
Obat-obatan



 Rp       700,000

d
Jumlah:



 Rp    9,500,000







2.
Pemasukan :





a
Perkembangan Anak





Pengembangan dari anak kambing bila tiap induk menghasilkan 2 ekor/ tahun


Harga 1 ekor anak kambing @ Rp 700.000,-






 12 X
 Rp   700,000
 Rp    8,400,000








b
Perkembangan nilai Bibit / induk dalam 1 tahun




Pejantan
1 ekor
 Rp        1,800,000
 Rp 1,800,000



Betina
6 ekor
 Rp        1,200,000
 Rp 7,200,000







 Rp    9,000,000








c
Kotoran kambing tiap seminggu 1 karung harga Rp. 7.000,-




52 minggu X Rp. 7.500,-

 Rp       390,000

d
Jumlah



 Rp  17,790,000







3.
Penghasilan 1 tahun
(Jumlah II-I)

 Rp    8,290,000

Budidaya Ternak Kambing



PROPOSAL
USULAN BUDIDAYA TERNAK KAMBING
DESA MRANGGEN

REPLIKASI  PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN TERPADU (PAKET)
KABUPATEN DEMAK

I.                   Dasar Pemikiran
Permintaan pasar bahan makanan daging setiap tahun mengalami peningkatan, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan daging kambing saat ini hanya mengandalkan suplai ternak dari produk local hasil ternak para petani. Maka usaha beternak kambing mempunyai prospek pasar yang menjanjikan peningkatan kesejahteraan peternak kambing.
Persediaan lahan hijau untuk pakan ternak di desa Mranggen dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pengembangan usaha ternak kambing yang selama ini dilakukan secara tradisional dapat ditingkatkan dengan pola intensif terencana, efektif, terpantau dan lestari.
BKM Kusuma Mandiri Desa Mranggen telah berhasil melakukan perintisan pembinaan ekonomi bidang usaha ternak kambing melalui Program Ternak Kambing Bergulir pada tahun 2010. Program tersebut memanfaatkan alokasi dana social yang dibelikan kambing sebanyak 10 ekor dan saat ini telah berkembang menjadi 26 ekor dikelola warga kurang mampu di desa Mranggen.
Dengan pertimbangan tersebut diatas kiranya dapat dikembangkan program bantuan pengembangan ternak kambing untuk warga miskin di desa Mranggen melalui Replikasi Program Pengentasan Kemiskinan Terpadu (Paket)
II.                Pola Kemitraan
Program kemitraan ini bertujuan memberikan stimulant kepada warga miskin untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari hasil usaha beternak kambing. Mengigat jumlah warga miskin desa Mranggen yang beminat dengan program bantuan ini cukup banyak maka pola kemitraan yang diterapkan adalah pinjam bergulir indukan 1 unit dalam periode 1 tahun.
Indukan yang dikembangkan menjadi asset BKM untuk dipinjamkan kepada warga miskin desa lainya yang berminat, sedangkan keuntungan profit dari usaha peternakan menjadi hak sepenuhnya peternak guna pengembangan ekonomi dan tambahan penghasilan.
Manajemen program kemitraan ini dilaksanakan oleh BKM Kusuma Mandiri dengan pelaksana seorang manager dibantu fasilisator tehnis peternakan.
III.             Sumber Dana
Sumber dana pembiayaan program ini berasal dari swadaya masyarakat berupa pengadaan kandang kambing dan bantuan dana hibah dari Program Pengentasan Kemiskinan Terpadu (PAKET) Kabupaten Demak.
IV.              Satuan Operasional Prosedur
1.   Mitra program (peternak) adalah warga miskin desa Mranggen, yang dipandang mampu dan bersedia mengembangkan usaha peternakan kambing secara intensif dan terpadu, selanjutnya yang bersangkutan kan mendapatkan bantuan pinjam 1 unit indukan  dalam waktu 1 tahun yang terdiri dari 1 ekor kambing pejantan dan 6 ekor kambing betina;
2.  Manajer program bertugas melakukan tatalaksana kemitraan dengan mengatur pemberian bantuan, pemantauan perkembangan dan membuat laporan secara berkala;
3.  Fasilisator tehnis memberikan arahan tehnis dan memberikan pertimbangan solusi permasalahan tentang budidaya ternak kambing; 

4.  Bila dalam perkembangan dipandang ada peluang yang lebih baik atau terjadi permasalahan maka perubahan ketentuan program dapat dirubah melalui musyawarah antara BKM, Mitra Program (peternak) dan Kepala Desa Mranggen