Sabtu, 18 Mei 2013

RENCANA PROGRAM KERJA TAHUN 2013


A.  Organisasi dan Manajemen
      1.   Mengoptimalkan pertemuan untuk pengurus BKM.
      2.   Meningkatkan kinerja BKM dan unit pengelola.
      3.   Bimbingan dan pembinaan KSM.
      4.   Sosialisasi program kerja.
    5.   Menyelenggarakan musyawarah tahunan/RWT yang mengagendakan pemilihan pengurus BKM periode tahun 2014-2016.
      6.   Pelayanan kepada KSM.
      7.   Melaksanakan kegiatan pelaporan, evaluasi, dan monitoring.
      8.   Pendekatan persuasif terhadap KSM nakal.

B.  Administrasi Organisasi dan Pengawasan
      1.   Meningkatkan penanganan pengelolaan tertib administrasi baik organisasi maupun keuangan.
      2.   Peningkatan kelancaran pelaporan perkembangan program dan keuangan.

C.  Pelayanan Sosial Kemasyarakatan dan Ekonomi KSM
      1.   Mengadakan kegiatan pelatihan ketrampilan, penyuluhan / pembinaan kesehatan, pendidikan, maupun perekonomian keluarga dengan mengupayakan channeling dengan dinas terkait.
      2.   Pengembangan dan pelestarian program ternak kambing bergulir baik yang berasal dari Kas Sosial dan Program Paket.
      3.   Memberikan bantuan kepada anak yatim piatu tingkat sekolah dasar.
      4.   Chanelling bedah rumah keluarga miskin.

D. Lingkungan
      1.   Pelestarian pinjaman tanpa bunga untuk pembangunan sarana dan prasarana di wilayah RT.
      2.   Pemberian pinjaman tanpa bunga untuk perbaikan rumah (MCK dan pengerasan lantai) keluarga miskin anggota KSM.

REALISASI PROGRAM KERJA TAHUN 2012


Secara umum operasional BKM Kusuma Mandiri berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku dan program kerja yang direncanakan pada tahun sebelumnya antara lain:

A.  Organisasi dan Manajemen
      1.   Mengoptimalkan pertemuan untuk pengurus BKM
      2.   Meningkatkan kinerja BKM dan UPK
      3.   Bimbingan dan pembinaan KSM
      4.   Sosialisasi program kerja
      5.   Menyelenggarakan musyawarah tahunan/RWT
      6.   Meningkatkan pelayanan kepada KSM
      7.   Meningkatkan kegiatan pelaporan, evaluasi, dan monitoring

B.  Administrasi Organisasi dan Pengawasan
      1.   Meningkatkan penanganan pengelolaan tertib administrasi baik organisasi maupun keuangan
      2.   Peningkatan kelancaran pelaporan perkembangan program dan keuangan

C.   Pengembangan Ekonomi
       BKM Kusuma Mandiri melaksanakan Program Penanggulangan Kemiskinan Terpadu (PAKET) Kabupaten Demak TA 2012 berupa bantuan pengembangan ekonomi dengan kegiatan budidaya ternak kambing bergulir. Dana yang dipergunakan berasal dari anggaran Kabupaten Demak sebesar Rp. 30.000.000,- telah dilaksanakan sesuai program dan telah dipertanggungjawabkan.

D.  Sosial Kemasyarakatan
      1. Bantuan sosial :
            -           Monetoring siaga bencana
            -           Santunan orang sakit

      2. Pinjaman Kambing Bergulir:
            Dalam perkembangannya, 10 induk kambing yang sudah digulirkan beranak 17, dan anak kambing menjadi hak milik dari anggota KSM. Sedang induknya bergulir ke anggota lain diantaranya:
      a.   Slamet Rayungkusuman RT.06/05
      b.   Sai’un Jatikusuman RT.08/04
      c.   Mujiyanto Prigi I RT.03/06
      d.   Sanuri Prigi II RT.04/06
      e.   Sutiman Jatikusuman RT.07/04
      f.    Paimah Jatikusuman RT.07/04
      g.   Khozin Rayungkusuman RT.02/05
             
E. Lingkungan
       Pinjaman Biaya Pembangunan Fisik Bergulir Tanpa Bunga (KSM Fisik) tahun 2012:
1.
Bangkit RT.01 RW.07
PM II Blok-D RT.01 RW.07 Mranggen
2.
Jalan Padang RT.05 RW.04 (2)
Jati Kusuman RT.05 RW.04
3.
Jati Jaya RT.01 RW.04 (2)
Jati Kusuman RT.01 RW.04
4.
Sayangan RT.04 RW.04 (2)
PM II Blok-D RT.01 RW.07 Mranggen
5.
Prigi Makmur RT.05 RW.06 (2)
Jati Kusuman RT.04 RW.04
6.
Gotong Royong
PM II Blok-Q RT.05 RW.07 Mranggen
7.
Jaya Abadi
Rayungkusuman RT.03/05
8.
Desa Vokasi
Jl. Raya No.1 RT.01/05
9.
Prana Jati Gapura RT.01 RW.04
Jati Kusuman RT.01 RW.04




Minggu, 03 Februari 2013

Warga Miskin Mendapat Bantuan 5 Ekor Kambing Etawa


Sebanyak 9 orang Mitra Program BKM Kusuma Mandiri antusias datang di Balai Desa Mranggen (04/02/2013) untuk penandatangani naskah akad penyerahan kambing.

Tiap warga miskin yang menjadi Mitra Program mendapat 5 ekor kambing etawa yang diserahkan oleh Koordinator BKM  M. Azhar disaksikan oleh Kepala Desa Mranggen Muh Najib H S.

Kegiatan tersebut menggunakan dana Program Pengentasan Kemiskinan Terpadu APBD Kabupaten Demak yang dihibahkan untuk BKM Kusuma Mandiri di Desa Mranggen.

Program ini budidaya kambing etawa ini dimaksudkan untuk memberikan tambahan penghasilan warga miskin supaya kesejahteraannya meningkat. Persediaan lahan hijau yang cukup di Desa Mranggen bisa terserap untuk usaha peternakan tersebut sehingga dapat mengurangi volume sampah organik di sekitar desa. BKM Kusuma Mandiri menyediakan tenaga fasilisator teknik peternakan sebagai pembimbing peternakan secara intensif, dengan demikian perkembangan dan permasalah yang timbul dapat teratasi.

Aris Rahman Effendi, S.Pt selaku pendamping menerangkan bahwa kambing Etawa ini jenis kambing unggul yang mempunyai harga jual tinggi, kendalanya adalah pengetahuan teknis beternak kambing yang belum pernah dicoba di Desa Mranggen, untuk itu dirinya bersedia memberikan bimbingan teknis hingga usaha peternakan ini dapat mecapai hasil yang sesuai diharapkan.

Program Budidaya kambing ini merupakan tahap kedua yang sebelumnya BKM Kusuma Mandiri 3 tahun yang lalu telah menyerahkan 10 ekor indukan kambing dengan memanfaatkan dana kas sosial. Dalam perkembangannya indukan yang dikelola telah beranak hingga kesemuanya menjadi 26 ekor semuanya menjadi milik warga miskin Mitra Program BKM.    

Pedoman Teknis Ternak Kambing

Ternak kambing sudah lama diusahakan oleh petani atau masyarakat sebagai usaha sampingan atau tabungan karena pemeliharaan dan pemasaran hasil produksi (baik daging, susu, kotoran maupun kulitnya) relatif mudah. Meskipun secara tradisional telah memberikan hasil yang lumayan, jika pemeliharaannya ditingkatkan (menjadi semi intensif atau intensif), pertambahan berat badannya dapat mencapai 50 - 150 gram per hari. 


Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam usaha ternak kambing, yaitu: bibit, makanan, dan tata laksana.

1. BIBIT
Pemilihan bibit harus disesuaikan dengan tujuan dari usaha, apakah untuk pedaging, atau perah (misalnya: kambing kacang untuk produksi daging, kambing etawah untuk produksi susu, dll). Secara umum ciri bibit yang baik adalah yang berbadan sehat, tidak cacat, bulu bersih dan mengkilat, daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan.
   a. Ciri untuk calon induk potensial:

  • Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus, tubuh besar, tapi tidak terlalu gemuk.
  • Jinak dan sorot matanya ramah.
  • Kaki lurus dan tumit tinggi.
  • Gigi lengkap, mampu merumput dengan baik (efisien), rahang atas dan bawah rata.Dari keturunan kembar atau dilahirkan tunggal tapi dari induk yang muda.
  • Ambing simetris, tidak menggantung dan berputing 2 buah.
  
b. Ciri untuk calon pejantan :
  • Tubuh besar dan panjang dengan bagian belakang lebih besar dan lebih tinggi, dada lebar, tidak terlalu gemuk, gagah, aktif dan memiliki libido (nafsu kawin) tinggi.
  • Kaki lurus dan kuat.
  • Dari keturunan kembar.
  • Umur antara 1,5 sampai 3 tahun.

2. MAKANAN
Jenis dan cara pemberiannya disesuaikan dengan umur dan kondisi ternak. Pakan yang diberikan harus cukup protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, mudah dicerna, tidak beracun dan disukai ternak, murah dan mudah diperoleh. Pada dasarnya ada dua macam makanan, yaitu hijauan (berbagai jenis rumput) dan makan tambahan (berasal dari kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil kelapa, vitamin dan mineral).
Cara pemberiannya :
    Diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), berat rumput 10% dari berat badan kambing, berikan juga air minum 1,5 - 2,5 liter per ekor per hari, ambing perah dan pejantan yang sering dikawinkan perlu ditambahkan makanan penguat dalam bentuk bubur dan garam berjodium secukupnya. Untuk kambing bunting, induk menyusui, kk bubur sebanyak 0,5 - 1 kg/ekor/hari. 
     
      Makanan tambahan

      3. TATA LAKSANA

          a. Kandang
      • Harus segar (ventilasi baik, cukup cahaya matahari, bersih, dan minimal berjarak 5 meter dari rumah).
      • Ukuran kandang yang biasa digunakan adalah :
      • Kandang beranak : 120 cm x 120 cm /ekor
      • Kandang induk : 100 cm x 125 cm /ekor
      • Kandang anak : 100 cm x 125 cm /ekor
      • Kandang pejantan : 110 cm x 125 cm /ekor
      • Kandang dara/dewasa : 100 cm x 125 cm /ekor
         

      b. Pengelolaan reproduksi
      Diusahakan agar kambing bisa beranak minimal 3 kali dalam dua tahun, hal-hal yang harus diperhatikan adalah :
      • Kambing mencapai dewasa kelamin pada umur 6 s/d 10 bulan, dan sebaiknya dikawinkan pada umur 10-12 bulan atau saat bobot badan mencapai 55 - 60 kg.
      • Lama birahi 24 - 45 jam, siklus birahi berselang selama 17 - 21 hari.
      • Tanda-tanda birahi yaitu gelisah, nafsu makan dan minum menurun, ekor sering dikibaskan, sering kencing, kemaluan bengkak dan mau/diam bila dinaiki.
      • Ratio jantan dan betina = 1 : 10
          c. Periode Reproduksi
      • Masa bunting 144 - 156 hari (.... 5 bulan).
      • Masa melahirkan, penyapihan dan istirahat ± 2 bulan.

         d. Pengendalian Penyakit
      • Hendaknya ditekankan pada pencegahan penyakit melalui sanitasi kandang yang baik, makanan yang cukup gizi dan vaksinasi.
      • Penyakit yang sering menyerang kambing adalah: cacingan, kudis (scabies), kembung perut (bloat), paru-paru (pneumonia), orf, dan koksidiosis.